Category Archives: Opini & Analisis

Berbagai opini dan tulisan khusus terkait perjuangan Papua Merdeka, berupa analisis, kritik, masukan dsb.

Soal Keamanan Papua Gubernur Bertangungjawab

JAYAPURA (PAPOS) – Mantan Kaster Mabes TNI Letjen Pur, Agus Widjojo mengungkapkan penanggung jawab terhadap masalah Kamtibmas di daerah adalah pejabat public yang dipilih langsung oleh masyarakat dan dikontrol oleh DPR. Sehinga terkait masalah dan kejadian di Papua mulai dari kasus sebelum pemilihan anggota legislative 2009 hingga kasus di PT. Freeport adalah tanggung jawab pejabat public tertinggi di daerah dalam hal ini Gubernur Papua.

“Ini bukan zamannya orde baru dimana semua situasi kamtibmas dilimpahkan ke TNI, sekarang tanggung jawab tersebut dilimpahkan ke pejabat public daerah,” ungkap Agus saat ditemui wartawan disela-sela acara buka puasa Deplu yang berlangsung di Hotel Swiss belhotel, Rabu (2/9) kemarin.

Lebih jauh dijelaskan, jika terjadi gangguan Kamtibmas atau stabilitas di satu daerah maka masyarakat akan dilibatkan dalam menentukan siapa actor yang paling bertanggung jawab atas keamanan daerah tersebut, apakah Kapolri, Pangdam atau Gubernur dan masyarakat tentunya akan mengatakan Gubernur karena Gubernur adalah pejabat public yang dipilih masyarakat dan dikontrol oleh DPR.

Sehingga Gubernur merupakan pemimpin daerah yang paling bertanggung jawab terkait dengan stabilitas daerahnya.(lina)

Tersangka Penyerangan Polsek Abe Masih Dirawat

JAYAPURA (PAPOS) –Sementara, dua tersangka kasus penyerangan Mapolsek Abepura 9 April 2009 lalu, menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Papua Kombes Pol Bambang Budi Pratikno masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Perawatan itu karena luka tembak yang diderita belum sembuh.

“Polisi akan menunggu kedua tersangka ini sembuh sebelum melanjutkan proses hukum mereka,”katanya di Jayapura, Selasa (28/4) kemarin.

Kedua tersangka itu adalah DA dan YY.”Mereka harus diobati dulu hingga sembuh. Ini hak mereka berdua. Tidak boleh kami memeriksanya lalu menyerahkan mereka ke kejaksaan dalam keadaan sakit,” katanya di Jayapura, Selasa (28/4) kemarin.

Selain mendapatkan perawatan medis, Polda Papua juga akan mengupayakan keduanya didampingi pengacara selama menjalani penyidikan. Keduanya menderita luka tembak saat menyerang kantor polisi Kamis 9 April 2009 sekitar pukul 01.00 WIT bersama belasan orang kelompok kriminal bersenjata.

Dalam kasus Papua telah menetapkan tujuh tersangka namun satu tersangka dijerat dengan kasus pencurian. “Satu tersangka mencuri HT milik polisi. Dia tidak terlibat langsung penyerangan tapi pencurian,” katanya.

Sementara itu, dua tersangka tewas karena terkena tembakan polisi yang berusaha mencegah kelompok kriminal ini merusak Mapolsek Abepura. Kelompok ini menyerang kantor polisi dengan panah dan bom rakitan.

Kasus penyerangan kantor polisi yang terjadi hanya beberapa jam menjelang Pemilu itu mendapatkan perhatian serius dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden memanggil Menkopolhukam Widodo AS, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan Kepala BIN Syamsir Siregar ke rumah pribadinya di Cikeas, Bogor untuk membahas masalah ini.(ant)

Ditulis oleh Ant/Papos
Rabu, 29 April 2009 00:00