Category Archives: Publikasi

Publikasi buku, paper, kaset, CD, T-Shit, dll. dalam mendukung perjuangan Papua Merdeka.

HENTIKAN TUDUHAN TERHADAP ORANG (MAHASISWA) GUNUNG DAN SEGERA UNGKAP AKTOR TEROR DAN KEKERASAN DI TANAH PAPUA

Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua
Indonesia

DEWAN PIMPINAN PUSAT
Sekretariat : Gubur Cerria Jln. Yakonde Belakang Seminari Interdiosesan “Yerusalem Baru” Abepura-Jayapura, Provinsi Papua Indonesia Telp:085244442502, Email: amptpi¬_papua @yahoo.com Website; http://www.koteka.org

MEDIA RELEASE

HENTIKAN TUDUHAN TERHADAP ORANG (MAHASISWA) GUNUNG DAN SEGERA UNGKAP AKTOR TEROR DAN KEKERASAN DI TANAH PAPUA

Peristiwa teror dan tindakan kekerasan yang terus terjadi di Kota dan Kabupaten Jayapura, Wamena serta beberapa Kabupaten lainnya di tanah Papua sebelum, menjelang dan pasca Pemilihan Umum Legislative 2009, merupakan tindakan kelompok yang secara sadar dan sengaja dilakukan untuk menciptakan konflik fertikal dan horizontal dikalangan masyarakat. Masyarakat Pegunungan Tengah Papua secara khusus orang Wamena dituduhkan sebagai pelakunya. Tuduhan tersebut menyata dengan berbagai komentar pihak tertentu secara terbuka maupun tertutup dan juga melalui telepon ataupun SMS yang berkembang di kalangan masyarakat dan juga aparat keamanan. Stikmatisasi orang gunung sebagai pelaku terus mengkristal. Hal ini bagi masyarakat gunung bukan pengalaman baru. Sebab pengalaman masa lalu terus menunjukkan bahwa rakyat Papua secara khusus orang gunung selalu dikambinghitamkan dengan berbagai tuduhan oleh Jakarta, aparat keamanan dan juga orang Papua sendiri. Peristiwa Abepura berdarah 7 Desember 2000, yang berbutut telah terjadinya pelanggaran HAM terhadap manusia gunung merupakan fakta yang tidak dapat dielakkan. Demikian pula dengan berbagai peristiwa serupa lainnya yang telah mengorbankan rakyat.

Hal yang sama sedang terulang kembali pada bulan ini. Sesuai dengan pengamatan kami dan juga bertolak dari fakta yang terjadi dalam berbagai aksi terror menjelang dan pasca pemilu legislative seperti; penemuan bom di Jembatan Kali Tami Kota Jayapura, pembakaran rektorat Universitas Cendrawasih, kantor KPUD Provinsi Papua serta penikaman beberapa warga di perumnas I, II dan III, serta berbagai isu terror penemuan Bom maupun pembakaran beberapa tempat toko/supermarket serta isu penyerangan di Jayapura, pembakaran tengki minyak milik pertamina di Kab. Biak, penikaman terhadadap tukang Ojek di Wamena sesungguhnya sedang dilakukan oleh kelompok terorganisir yang memiliki kemampuan dan keahlian (kelompok terlatih dan militan). Sebab tidak dapat diterima dengan akal sehat bahwa orang Gunung memiliki bom yang ditempatkan di Jembatan Kali Tami, yang berjarak kurang lebih 50 meter dari Pos TNI, penemuan bom rakitan di samping Toko Sumber Makmur Abepura Jayapura serta berbagai kejadian yang terjadi begitu tersistematis dan terorganisir. Oleh karena itu tuduhan terhadap orang gunung sebagai pelaku berbagai peristiwa yang terjadi sesungguhnya bagian dari pengalihan isu.

Dalam penanganan persoalan di Papua dengan tindakan penyisiran, penggrebekan kantor dewan adat dan penangkapan sewenang-wenang Sekjen AMPTPI Markus Haluk yang dilakukan oleh aparat keamanan prapelaksanaan pemilu legislative terkesan untuk menciptakan konflik fertikal dan horizontal. Cara penanganan seperti ini tidak akan menyelesaikan persoalan Papua namun akan terus menambah ingatan penderitaan bagi rakyat Papua.

Oleh karena itu semua pihak terpanggil untuk menyikapi berbagai persoalan ini secara serius. Namun sebaliknya apabila berbagai pihak tidak mengambil langkah-langkah untuk mengungkap actor yang bermain maka terkesan terror serta kekerasan akan terus berlanjut. Sebab ada kelompok yang dengan sistematis sedang bermain mengacaukan situasi di tanah Papua untuk mendorong terciptanya konflik horisontal maupun fertikal dengan isu orang Papua Gunang dan Pantai, Papua dan Non Papua.

Untuk mengungkap actor intelektual dan pelaku terror serta berbagai kekerasan yang terjadi pada beberapa pekan belakangan ini maka Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia (DPP-AMPTPI) menyatakan sikap:
1. AMPTPI mengutuk keras pelaku dan actor dibalik semua peristiwa ini dan segera menghentikan berbagai tekanan, terror, intimidasi dan kekerasan di tanah Papua.
2. Kepolisian Republik Indonesia melalui kepolisian Daerah Papua bertanggung jawab untuk mengungkap actor dan pelaku pengerusakan gedung rektorat Uncen.
3. Menghimbau kepada seluruh rakyat Papua untuk tetap menahan diri dan tidak terpancing dengan berbagai isu terror dan berbagai kejadian yang terjadi belakangan ini. Karena pelaku dan sang actor sedang berusaha menarik perhatian kita untuk mengacaukan Papua.
4. Menghimbau kepada rakyat Papua secara khusus dari Pegunungan Tengah untuk membantu aparat kepolisian bersama-sama menjaga keamanan dan menangkap pelaku, entah dari mana asal suku, ras dan agamannya.
5. Berkenaan dengan berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada Masyarakat dan Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua maka AMPTPI menyatakan segera menghentikan semua tuduhan sepihak pada komunitas pengunungan. Sebab apa yang terjadi sesungguhnya hanya upaya mengkambinghitamkan serta pelecehan terhadap harkat dan martabat manusia gunung-Papua sebagai manusia sejati yang cinta Damai.
6. Dengan ini pula AMPTPI menyatakan sikap, bahwa AMPTPI tidak memiliki agenda untuk membuat kekacauan dengan cara terror, intimidasi dan meresahkan rakyat di Tanah Papua. AMPTPI adalah Organ yang berjuang untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat dan mahasiswa Pegunungan Tengah-Papua serta menyiapkan manusia Papua yang berkualitas dalam berbagai aspek sebagai asset daerah di masa mendatang.
7. AMPTPI siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan Papua yang berkeadilan menjunjung tinggi supremasi hukum, penegakan HAM dan demokrasi berasaskan pada kebenaran dan keadialan yang bermartabat.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, atas perhatian kami menyampaikan terimakasih.
Jayapura, 17 April 2009

Dewan Pimpinan Pusat
Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia
(DPP-AMPTPI)

Markus Haluk
Sekjen

Boikot Hukum Penjajah NKRI di Tanah Papua

Kepada semua pejuang HAM Papua,

Semua hukum Indonesia tidak berlaku di tanah Papua karena itu hukum
penjajah yang dikeluarkan untuk menguntungkan kaum elit Jawa dan untuk
terus menerus memberantaskan dan menindis masyarakat pribumi.

Karena itu maka masyarakat pribumi harus boikot semua hukum-hukum NKRI
yang di pakai oleh TNI ataupun POLRI serta badan-badan administratif
pemerintahan penjajah, karena keberadaan mereka di tanah Papua sama
sekali tidak di restui oleh masyarakat asli.

Mulai dari hari ini, boikot hukum-hukum yang di pakai dan dikeluarkan
oleh NKRI. Hukum yang sah di tanah Papua adalah hukum adat yang telah
turun temurun di pakai oleh setiap suku untuk masing masing mengurus
diri dan menghormati alam tanah Papua.

Django Raitnaw
Coordinator Papua
International Action for West Papua (IAWP)
Wamena
West Papua

http://www.koteka.net