Tag Archives: Kondisi Lingkungan

Hasil Penelitian Uncen Di Mimika Terbukti Ada Sedimentasi Yang Signifikan

Friday, 27 February 2009

JUBI— Hasil penelitian dampak lingkungan di Kabupaten Mimika, Sebuah Studi Kasus di Muara Ajikwa, Tipoeka dan Minajerwi yang dilaksanakan oleh Universitas Cenderawasih (Uncen) sejak November 2008, terbukti ditemukan sedimentasi yang signifikan.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Penelitian Uncen, Ferdinan SD kepada wartawan di Aula FKIP Uncen, Jayapura, Jumat (27/2).

Dikatakannya, yang menjadi latarbelakang dilakukannya penelitian di tiga wilayah tersebut adalah telah terjadi sedimentasi yang semakin tinggi.

“Kami dari Uncen ingin membuktikan apakah hal itu benar terjadi. Kemudian muncul persoalan seperti rusaknya ekosistem disana, kita juga ingin membuktikan apakah itu benar atau tidak,” ujar Ferdinan.

Ditambahkannya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terbaik untuk tiga muara itu. “Dari hasil penelitian kami, bahwa memang benar telah terjadi sedimentasi yang tinggi pada muara tersebut,” jelas Ferdinan.

Sedimentasi yang terjadi telah diteliti oleh tim peneliti. Laporannya bahkan telah dimasukkan ke pihak terkait. “Melalui forum ini, saatnya kita saling memberikan masukan, namun ternyata belum bisa dilakukan karena ada penundaan waktu,” katanya.(Yunus Paelo)

Mahasiswa di Nabire Ancam Palang Bandara – Jika Para Pengusaha Emas Tak Menggubris Kerusakan Lingkungan

NABIRE-Kerusakan lingkungan di area penambangan emas Bayabiru, Nabire, ternyata mendapat perhatian serius dari para pelajar dan mahasiswa di Nabire. Mereka pun meminta agar para penambang/pengusaha emas untuk memperhatikan hal tersebut. Jika tak digubris mereka pun mengancam akan memalang bandara di Nabire.

Kerisauan tentang kerusakan lingkungan ini disampaikan Titus Agimbau,SH, yang merupakan tokoh intelektual dari Suku Wolani. Dia meminta agar seluruh penambang Pengusaha emas yang ada di areal Bayabiru agar menghargai masyarakat setempat selaku pemilik hak ulayat.”Tolong jangan rusak lingkungan kami,” pintanya.

Para pelajar/mahasiswa asal Suku Wolani yang kini sedang sekolah dan kuliah di Nabire sangat menyesal atas terjadinya kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh para pengusaha emas diareal Bayabiru.
“Kami telah menyurati para pengusaha yang beroperasi di Bayabiru agar ada perhatian. Apabila tidak ada jawaban, maka para pelajar dan mahasiswa Suku Wolani akan memalang semua Armada penerbangan Hellykopter yang beroperasi di wilayah Bayabiru dalam kurun waktu satu hingga dua bulan, ini merupakan teguran dan perigatan.Dan bila tidak diindahkan maka peringatan ketiga itu langsung pemalangan di Bandara Nabire.

Dan pemalangan armada pemalangan itu dilakukan pada saat pihaknya mengajukan tuntutan ganti rugi kepada semua pengusaha atas kerusakan lingkungan yang telah ada di wilayah lokasi penambangan emas di Bayabiru.

Karena kini pihaknya telah menilai para pengusaha emas telah merusak lingkungan mereka bersama masa depannya.Dan kerusakan tersebut sudah tentu untuk 10 tahun mendatang generasinya akan sulit mendapatkan makanan dari alam yang ada ,karena sudah ada kerusakan di saat ini.(jon)