“Bintang Kejora” Berkibar di KJRI Melbourne, Pemerintah Protes Australia

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan pengibaran bendera Papua Merdeka, Bintang Kejora, di Kantor Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Melbourne, Australia, Jumat (6/1/2017), sekitar pukul 12.52 waktu setempat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Pemerintah Australia memiliki tanggung jawab untuk melindungi perwakilan diplomatik dan konsuler yang ada di Australia.

Hal itu sesuai dengan Konvensi Wina thn 1961 dan 1963 mengenai hubungan diplomatik dan konsuler.

“Pemerintah mengingatkan bahwa menjadi tanggung jawab Pemerintah Australia melindungi perwakilan diplomatik. Untuk itu Pemerintah RI meminta kepada.Pemerintah Australia untuk memastikan dan meningkatkan perlindungan terhadap semua properti diplomatik dan konsuler Indonesia,” ujar Arrmanatha saat dihubungi, Jumat (6/1/2017).

Arrmanatha mengatakan, peristiwa pengibaran tersebut terjadi pada sekitar pukul 12.52 siang, saat sebagian besar staff KJRI sedang melakukan ibadah Sholat Jumat.

Pelaku menerobos halaman gedung apartemen tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2.5 meter.

Atas peristiwa itu, Indonesia telah menyampaikan protes ke Pemerintah Australia dan meminta agar pelaku segera ditangkap.

“Pemerintah RI telah menyampaikan protes ke Pemerintah Australia dan meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata dia.

Penulis : Kristian Erdianto
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

“Bintang Kejora” Berkibar di KJRI Melbourne, Pemerintah Protes Australia was originally published on PAPUAPost.com

One response to ““Bintang Kejora” Berkibar di KJRI Melbourne, Pemerintah Protes Australia

  1. G habis fikir sama australia putih, ngakunya manusia beradap, modern dan berpendidikan tinggi, udah hidup ditanah jajahan aborigin kok g mikiiirrr. Terus teriak-teriak merdeka di tanah merdeka. Kenapa g pergi aja dari australia dan biarkan orang aborigin merdeka.
    Dari dulu fitnah indonesia, soksokan bantu merdeka timortimor pake referendum curang berkedok PBB, seluruh wartawan tau kecurangan ini cuma wartawan barat yg menutup mata, wartawan asia tau semua kebusukan australia putih ini. Setelah timor lepas dr indonesia g taunya cuma mau mencuri minyak dan gas di timor gap.
    Apa g tau kalo papua sejak abad 15 bagian dari kesultanan tidore yang kemudian bergabung menjadi indonesia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s