Daily Archives: March 28, 2017

OPM NKRI dan OPM yang sudah Menjadi ULMWP

Ada begitu banyak bukti tentang OPM buatan dan piaraan NKRI dibandingkan dengan OPM yang asli, tetapi PMNews hendak menyebutkan tiga dari antara mereka, dalam rangka memperjelas pemahaman kita terhadap berita-berita buatan NKRI lewat Pasukan Cyber Army NKRI dan berita berdasarkan kebenaran mutlak.

Pertama, OPM selalu disebutkan sebagai Organisasi Bersenjata, bukan organisasi politik. Namanya saja “organisasi”, “Papua“, “merdeka”, tetapi sebuah organiasi selalu saja dianggap dan disebut sebagai sebuah organisasi bersenjata yang bergerilya di hutan-hutan di New Guinea.

Aneh tapi nyata. Hal-hal aneh tapi nyata menjadi hal yang biasa di Indonesia. Mobil Presiden dibawa lari sama mantan Presiden kan hal biasa. Ketua DPR RI menyebut nama Presiden dalam percakapan dengan perusahaan asing juga sudah dianggap wajar. Bantuan tanpa uang makan dan uang rokok di seluruh Indonesia dianggap “berdosa”. Itukah fakta kehidupan NKRI? Aneh tapi nyata.

OPM tidak mungkin punya senjata, jangankan bergerilya di hutan. OPM sudah ada di Jayapura kota, sudah ada di Port Moresby kota, ada di Port Vila Kota, ada di London, ada di New York, ada di Honiara, ada di Jakarta. OPM ada duduk di atas kursi, di hadapan meja, bukan memangkul senjata, bukan di hutan dan di kampung-kampung. OPM bukan organisasi saja, tetapi telah menjelma menjadi “nafas” dan “jiwa” dari perjuangan Papua Merdeka.

Walaupun begitu, apa yang dilakukan NKRI? Masih menyiarkan berita-berita seperti ini:

  1. 154 OPM menyerah….
  2. OPM serahkan senjata
  3. OPM menyatakan perang melawan NKRI
  4. OPM ini dan OPM itu….

Jadi, kalau ada OPM yang memangkul senjata, maka itu OPM buatan NKRI. Itu rumus baku, itu rumus pasti. Mari kita camkan dan yakini.

Kedua, Siaran Pers OPM yang menyatakan perang, menyerah dan meminta dialogue pertama-tama disiarkan oleh berita-berita NKRI seperti Kompas, Suara Pembaruan, BeritaSatu, TVOne, MetroTv, Tempo dan Detik.com

Bagaimana mungkin OPM yang sudah punya media Online jauh sebelum NKRI Cyber Army seperti http://www.papuapost.com, http://www.infopapua.org, http://www.freewestpapua.org, www.ulmwp.org, www.ipwp.org, www.ilwp.org dan sebagainya, dan seterusnya, kok harus menggunakan media NKRI untuk menyatakan perang, untuk menyatakan dukungan kepada ULMWP, untuk menyatakan menyerah kepada NKRI?

Hanya orang Papua “bermental budak” yang akan menerima pemberitaan seperti ini sebagai kebenaran.

Ketiga, OPM NKRI akan bebas berkeliaran di kota-kota di seluruh Indonesia, dan melakukan jumpa pers secara bebas di cafe-cafe di mana saja. Mereka akan berbicara keras menentang NKRI, tetapi dengan menggunakan tempat-tempat makan-minum, dan media NKRI. Mereka akan menggugat NKRI, mereka akan menantang NKRI, mereka akan marah kepada NKRI, tetapi lewat media NKRI.

  • Lalu bagaimana dengan OPM yang asli?

OPM yang asli kini sudah menjadi ULMWP, oleh karena itu, kalau ada OPM masih bergerilya, itu pasti OPM NKRI. ULMWP sebagai inkarnasi dari OPM saat ini menjadi anggota MSG dan meminta NKRI untuk berdialogue secara demokratis dan bermartabat lewat mediasi MSG, tetapi kalau masih ada OPM yang menyatakan perang, masih ada OPM yang menyerah, maka itu OPMOPM buatan NKRI, yang tabiatnya mengikuti tabiat NKRI yang penuh dengan kekerasan dan teror di semua tingkatan dan lapisan, seperti setiap hari disiarkan dalam televisi-televisi kolonial Malayo-Endos sendiri.

Pertanyaan sekarang,

  • apakah OPM NKRI dan OPM West Papua sama?
  • Apakah OPM NKRI sebagian adalah OPM asli?
  • Siapa OPM NKRI dan siapa OPM Asli?

OPM NKRI dan OPM yang sudah Menjadi ULMWP was originally published on PAPUAPost.com

3 Bukti Berita Buatan NKRI lewat NKRI Cyber Army

Sejak Cyber Army NKRI dibentuk dan beroperasi di dunia maya, maka kita mendapati banyak sekali blog di blogspot.com maupun stand-alone blog WordPress.com yang dibuat oleh NKRI, dalam rangka memerangi berita-berita perjuangan kemerdekaan West Papua yang sudah sejak tahun 1990-an hadir di dunia maya, 20 tahun mendahului NKRI Cyber Army.

Sebagai media online pertama menyiarkan perjuangan Papua Merdeka, PMNews (Papua Merdeka News @papuapost.com) mencatat paling utama ada tiga hal yang perlu dicatat untuk mengidentifikasi, apakah blog yang bersangkutan yang kita baca alaah blog buatan NKRI, dalam rangka mengejar ketertinggalan kampanye Papua Merdeka, atau tidak.

Pertama, berita-berita dimonopoli oleh berita Olahraga. Sepakbola menjadi berita paling banyak tampil di halaman depan, sisi kanan dan sisi kiri. Berita yang tidak perlu disiaskan-pun menjadi berita dalam blog mereka.

Tentu saja NKRI punya keyakinan bahwa orang Papua itu bodoh-bodohnya menyukai olahraga Sepak Bola, padahal PSSI dan Liga Indonesia selama ini sudah dimasuki oleh pasukan TNI dan Polri dengan maksud meredam sepakbola murni menjadi berbahaya mengancam eksistensi NKRI.

Baca saja misalnya papuanews.id atau harianpapua.com sebagai dua berita dan berita lainnya, mereka pasit ramai-ramai bicara tentang Sepak Bola, seolah-olah kesuksesan Persipura dan tim sepakbola lainnya dari Tanah Papua telah mengobati luka-luka yang disebabkan NKRI atas hatinrani bangsa Papua.

Ciri kedua, berita-berita menonjolkan keindahan alam Papua, dan kekayaan alam Papua, dengan kalimat-kalimat seperti: “Keindahan wilayah tertimur Indonesia…”, atau “kekayaan Bumi Cenderawasih…”.

Anda akan temukan, dalam kalimat dan kata-kata menjelaskan betapa indahnya alam, dan betapa kayanya alam, maka mereka sama sekali mengabaikan manusia penghuni alam dan pemilik kekayaan yang mereka bicarakan. Dalam benak mereka ada rasa tidak menerima orang Papua ada di Tanah leluhurnya, karena keberadaan orang Papua di tempat yang kaya-raya dan indah menyebabkan perlambatan pengerukan kekayaan alam dan eksploitasi keindahan alam yang ada.

Mereka menilai keberadaan orang Papua sebagai masalah. Mereka katakan seperti ini,

Alam Papua itu indah, Tanahnya kaya-raya, menunggu untuk dikembangkan. TETAPI sayang, ada orang Papua-nya.

Ciri ketiga, mereka akan menyiarkan berbagai festival: Festival budaya Papua, Festival Danau Sentani, Festival Perang-Perangan Wamena, Festival Budaya Arfak, Festival Budaya Melanesia, dan seterusnya.

Dalam menyiarkan berita tentang festival, mereka akan menekankan lebih-lebih kepada keindahan alam, daripada kekayaan budaya, karena fokus mereka uang, duit, bukan budaya Papua, bukan festival-nya, tetapi bagaimana mengacaukan konsentrasi orang Papua, bagaimana berpura-pura mengolah budaya Papua tetapi sebenarnya dalam rangka menyulap budaya Papua menjadi budaya Melayo-Nesia, bukan Melanesia.

Ada banyak ciri lainnya, tetapi untuk saat ini, dan untuk mempermudah kita memilah dan memilih, kita batasi tiga dulu. Semoga yang punya mata membaca, yang punya pikiran dapat memilah dan memilih. Demi nama leluhur bangsa Papua dan segala makhluk di Tanah Leluhur pulau New Guinea.

3 Bukti Berita Buatan NKRI lewat NKRI Cyber Army was originally published on PAPUAPost.com