Tag Archives: Hak Perempuan

Turut Berdukacita atas kepergian Mama Pejuang pembebasan bangsa Papua, Mama Abina Wasanggai

Turut Berdukacita atas kepergian Mama Pejuang pembebasan bangsa Papua,

Mama Abina Wasanggai

(28 Nov 1956 – 16 Oct 2018).

Tuhan menyertai Mama sampai di rmh Bapa di Surga. Terima kasih Mama atas pengorbananmu bagi pembebasan bangsa dan tanah West Papua.

Tuhan menyertai dan memberi damai bagi keluarga dan sermua sahabat2 dlm masa2 yang sulit ini.

Torang sayang mama.

Selamat jalan Mama.., sampai pula kita bertemu.
Goodbye mama… till we meet again!!
Rest in peace.

Komentar Facebook

  1. Apatar Puragi Salam Hormat untuk Mama Papua kami dari Sorong Raya Solidaritas Perempuan Papua Mama Wambrauw Turut berduka atas terpanggil Mama Abina Wanggai slamat jalan Mama Bangsa Papua Barat.
  2. Mar Thenm Selamat Jalan SAHABAT PERJUANGAN….. NANTIKAN KAMI DI NEGRI ABADI….
  3. Paula Mathilda Tokoro Turut berdukacita atas kepergian Pejuang perempuan Papua Ibu Abina Wasanggai. Apa yang sudah dibuat semoga tetap membekas dan diteladani untuk generasi perempuan Papua berikutnya. Rest in Peace.
  4. Marry Yokhu Daisiu RIP , Tuhan menghibur dn menguatkan keluarga yang ditinggalkan selamat jalan ke tempat yg sudah Tuhan siapkan bagimu
  5. Ayamana Jit Selamat jalan mm terkasih, Tuhan Yesus menyambutmu
  6. Apatar Puragi Salam Hormat untuk Mama Papua kami dari Sorong Raya Solidaritas Perempuan Papua Mama Wambrauw Turut berduka atas terpanggil Mama Abina Wanggai slamat jalan Mama Bangsa Papua Barat.

 

Turut Berdukacita atas kepergian Mama Pejuang pembebasan bangsa Papua, Mama Abina Wasanggai was originally published on PAPUAPost.com

SOLPAP Bosan dengan Pansus Bentukan DPRP

Source: Jum’at, 06 Maret 2015 01:30, BinPa

mama-mama saat demo beberapa waktu laluJAYAPURA – Adanya rencana DPRP akan membentuk sejumlah Pansus, termasuk Pansus pembangunan pasar mama-mama Pedagang asli Papua, mendapat tanggapan pesimis dari Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) Robert Jitmau. Ia menyatakan, SOLPAP sebagai wadah  penghimpun Pedagang Asli Papua menilai tidak ada itikat baik dari Eksekutif dan Legislatif untuk segera membangun Pasar Permanen bagi Mama-mama Pedagang Asli Papua. Pansus bentukan DPRP pun dinilai tidak serius, bahkan tidak ada hasilnya. “Sampai sekarang apa yang dikerjakan Pansus DPRP,” kata Robert Jitmau mempertanyakan kerja Pansus Pasar Mama Papua.

Robert  yang ditemu Bintang Papua, Kamis (5/3) mengatakan, eksekutif dan legislatif jangan hanya ambil sikap ketika ada aksi dilakukan para Mama-mama pedagang, namun kemudian masalah didiamkan lagi.

Kalau benar DPRP akan kembali membentuk Pansus Pasar Mama-mama, SOLPAP meminta agar dilibatkan dalam Pansus yang akan dibentuk DPRP. 

“Kami tidak mau Pansus Pasar bentukan DPRP itu kerja sembunyi-sembunyi, kami ini sudah bosan dengan pansus-pansus, kalau pansus tidak jelas, tolong DPRP jangan bentuk Pansus omong kosong, kami sudah tidak percaya kerja pansus Pasar Mama-mama”, ujar Robert Jitmau.

Menurut Robert, eksekutif bersama legislatif Papua seharusnya sadar dalam mencermati keseriusan Pemerintah pusat seperti diutarakan Presiden Jokowi dalam kunjungannya 2014 lalu bahwa Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah yang mengeksekusi semua kebijakan pembangunan pro rakyat termasuk pembangunan Pasar Mama-mama Papua yang sudah direspon Presiden bahkan Presiden telah meletakan batu pertama pembangunan Pasar Mama Papua.

Pemerintah daerah seharusnya segera mengeksekusi respon Presiden tersebut, Pemda harusnya melakukan pembebasan lahan Dambri, itu tugas Pemda. Robert menegaskan, Gubernur Papua jangan hanya mengumbar visis misi Papua bangkit mandiri sejahtera, tetapi sarana prasarana untuk mencapai Papua bangkit mandiri sejahtera itu tidak dilaksanakan. Pembangunan Pasar  Permanen bagi Pedagang Asli Papua merupakan wujud visi misi Papua bangkit mandiri sejahtera, itu hal konkrit menterjemahkan Papua bangkit mandiri sejahtera, ujarnya.
Dia menyingung, Gubernur jangan hanya cepat keluarkan uang untuk KNPI,  cepat keluarkan uang untuk PON, untuk Raimuna, sementara pembangunan Pasar yang nyata-nyata sesuai visi misinya ditaruh kebelakang.

Lebih lanjut Robert Jitmau mengulang penyampaian Presiden bahwa, Pemerintah Daerah harus memperhatikan kebutuhan rakyat, kebutuhan rakyat diutamakan. Presiden juga menegaskan ada sanksi pengurangan anggaran   APBN apabila Pemerintah Daerah tidak merespon kebutuhan rakyat. Pemerintah Pusat juga memberikan bantuan  untuk pembangunan Pasar Mama Papua senilai 15 miliar selanjutnya dana pembangunan Pasar Mama Papua itu  ditambah dari anggaran Pemda Provinsi Papua. (ven/don/l03)

SOLPAP Bosan dengan Pansus Bentukan DPRP was originally published on PAPUA MERDEKA! News