Tag Archives: MSG Membership

Vanuatu backs West Papuan bid for full MSG membership

Vanuatu’s Special Envoy for West Papua, Lora Lini, hands over the United Liberation Movement for West Papua's application for full membership in the Melanesian Spearhead group to the MSG Deputy Director General Peter Eafeare. ULMWP executive member Paula Makabory (middle) observes.

The United Liberation Movement of West Papua has officially submitted an application for full membership in the Melanesian Spearhead Group

The Liberation Movement already has observer status in the regional group whose full members are Papua New Guinea, Fiji, Solomon Islands, Vanuatu and New Caledonia’s Kanaks.

The application was presented to the MSG Secretariat in Port Vila on behalf of the ULMWP by Vanuatu’s Special Envoy for the Decolonisation of West Papua to the Pacific Islands States, Lora Lini.

Ms Lini told Johnny Blades the application follows recent establishment of new membership criteria by a MSG sub-committee on regional and institutional issues.

Vanuatu backs West Papuan bid for full MSG membership was originally published on PAPUAPost.com

Peter O’Neill: ULMWP’s membership of the MSG is not an issue to PNG

He said Prime Minister O’Neill expressed the ULMWP’s membership of the MSG is not an issue to PNG but rather the ULMWP proving that it is a united body that represents the collective views of the people of West Papua just as the FLNKS is evidently a united body representing the collective views of the Kanaks of New Caledonia.

Pernyataan sebelumnya dari Peter O’Neill melahirkan istilah yang dilahirkan oleh Markas Pusat Pertahanan (MPP) Tentara Revolusi West Papua (TRWP) sebagai “politics of engagement”, sebagai pendekatan Melanesia yang bijak dalam rangka membangun tanggal menuju penyelesaian komprehensiv masalah yang ada antara NKRI dengan West Papua.

Hal kedua yang dikatakan oleh pemimpin bangsa Papua ini ialah bahwa permasalahannya ialah ULMWP sendiri sebagai sebuah lembaga, apakah ULMWP mewakili semua komponen bangsa Papua? Peter O’Neill tidak mengatakan “semua pendukung Papua Merdeka“, tetapi “semua komponen bangsa Papua“.

Artinya bahwa ULMWP harus merangkul lembaga seperti berikut:

  1. Presidium Dewan Papua (PDP)
  2. Dewan Adat Papua (DAP)
  3. Majelis Rakyat Papua (MRP)
  4. Majels Rakyat Papua Papua Barat (MRP-PB)
  5. Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Papua dan LMA Papua Barat
  6. Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK)
  7. Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)
  8. West Papua Indigenous Organisation/Association (WPIO/A)
  9. West Papua National Authority (WPNA)
  10. Negara Republik Federal West Papua (NRFPB)
  11. Komite Nasional Papua Barat (KNPB)
  12. West Papua National Coalition for West Papua (WPNCL)
  13. Perempuan Papua Merdeka
  14. Pemuda Papua Merdeka
  15. Intelektual Papua Merdeka

Setelah mendaftarkan organisasi antara lain seperti disebutkan di atas, kemudian ULMWP perlu mengangtkan para pejabat ULMWP dari orang-orang yang ada di dalam West Papua maupun yang ada di luar negeri. Nama-nama seperti berikut seharusnya disebutkan sebagai Anggota Executive dari ULMWP. Tidak bijaksana kalau ULMWP hadir HANYA mewakili pro Papua Merdeka:

  1. Thaha Moh. Al-Hamid
  2. Forkorus Yaboisembut
  3. Benny Giay
  4. Fransalbert Joku
  5. Sofyan Yoman
  6. Phillip S. Karma
  7. Markus Haluk
  8. Nicolaas Jouwe
  9. Ramses Ohee
  10. Matius Murib
  11. dll

Nama-nama yang sudah dikenal NKRI yang ada di dalam negeri West Papua juga harus disebutkan.

Tujuan organisasi ULMWP ialah untuk berjuang berhadapan dengan NKRI, oleh karena itu ULMWP tidak harus lari keluar dan bicara di luar-luar, tetapi harus membawa diri masuk ke dalam NKRI, harus menugaskan orang-orang di dalma NKRI.

Tentu saja, sebelum itu harus ada Undang-Undang yang dengan jelas dan panjang-lebar mengatur semua tugas, tanggungjawab dan wewenang, disertai sanksi dan hukuman serta upah.

Kalau tidak begitu, Peter O’Neill akan tahu persis, bahwa teman-teman, dan adik-adiknya bangsa Papua di wilayah West Papua BELUM SIAP untuk melepaskan diri dari NKRI. Oleh karena itu, solusi terbaik ialah West Papua tinggal di dalma NKRI, sambil menunggu bangsa Papua di West Papua mempersiapkan diri.

Peter O’Neill: ULMWP’s membership of the MSG is not an issue to PNG was originally published on PAPUAPost.com